layarkisah.blogspot.com-Hai teman.. Apa kabarnya hari ini ? semoga pada baik saja. Kali ini Layar Kisah mendapat kirim sebuah cerita sebuah kisah cinta, air mata , inspirasi dan motivasi dari seorang cewe nih :
Penulis : Erwanda Uci Sabri
FB : Erwanda Ucii Sabbrii
Twitter : @Erwanda_Ucii
Langsung aja nih keceritanya . Yuk...
KEHORMATAN ? AKANKAH UNTUK CINTA ?
Aku tak tau mau mulai cerita ini
darimana, ini tentang seorang gadis polos yang memacari seorang
laki-laki berandal. Seorang berandalan menurutku tidak pantas dibilang
lelaki, bagiku seorang lelaki itu seorang yang melindungi wanitanya,
bukan sebaliknya. Perkenalkan namaku Kara. Umurku 15 tahun. Aku lulusan
SMP berkualitas dikotaku. Tentu saja aku ingin masuk ke SMA berstandar
tinggi. Diterima di sekolah yang kuinginkan, aku mulai berteman dengan
banyak orang dari berbagai sekolah. Aku dulu tidak tau apa-apa tentang
yang namanya cinta. Yang aku tau hanya aku sayang mama, aku sayang papa,
dan aku sayang keluargaku. Jalan dua bulan aku belajar disekolah itu,
aku dekat dengan seorang kakak kelas yang pernah menjadi kakak asuhku
dulu waktu penerimaan siswa baru, dan aku berpacaran dengannya. Dia
baik, tampan, lumayan pintar di jurusannya, dia anak orang yang
berpunya, apa yang dibutuhkannya dia punya, tapi sayangnya, ya itu dia
berandalan.
Aku pernah membaca sebuah kutipan ‘’3 hal yang tak
perlu dikorbankan untuk cinta, agama, keluarga, dan kehormatan‘’ yang
kujadikan bekal awal untuk menjalin hubungan bersama seseorang. Awal
pacaran dia masih agak malu-malu, dia rela mengantar jemputku ke
sekolah, merawatku saat aku jatuh sakit, menjagaku dari kakak-kakak yang
suka membully ku disekolah. Dan saat itu aku yakin dia yang terbaik. Oh
iya, dia ini pacar dan cinta pertamaku, tanpa aku tau, dibalik itu
semua dia .... ah nanti saja ..
Enam bulan kami berpacaran, dia
mulai minta yang macam-macam, mulai dari pelukan, cium pipi, cium
bibir.. dalam pikiranku ‘’ ah kalau pacaran ciuman mah wajar,’’ tanpa
rasa terpaksa, aku berikan yang dia minta. Sampai suatu saat, malam itu
malam minggu, aku main kerumahnya, dia sedang tidak enak badan katanya,
minta dibawakan makanan. Sebagai pacar tentu saja aku memenuhinya,
lagian aku sudah cinta, aku akan melakukan apa saja untuk bisa
bersamanya. Setelah sampai, benar saja dia sedang berbaring lemas. Aku
menyuruhnya makan, lalu mandi.
Di dalam kamarnya, aku dan dia
duduk bersebelahan, bergandengan tangan, bercerita-cerita, tertawa,
kepalanya bersender di pundakku. Sampai akhirnya dia memegang daguku
sambil menatap dalam mataku. Yahhh, semua itu tak terasa, bagaikan
kertas yang ditiup angin,melayang rasanya, bibirnya menyentuh bibirku,
melumatnya dengan lembut, mata terpejam, dengan tangannya dileherku.
Perlahan lidahnya memasuki mulutku, menggumal didalamnya. Dalam hatiku
‘’oh Tuhan, inikah yang disebut surga dunia...‘’ sampai aku sadar, kedua
tanganku di cengkramnya, dan tangannya yang satu lagi mulai turun
kedadaku, tapi dia pintar membuatku nyaman dengan apa yang dia lakukan.
Aku mulai berfikir ini salah. Hingga akhirnya aku sadar dia telah
merenggut kehormatanku dalam sekejap.
Aku tak bisa menahan
tangis, aku tak bisa menahan amarahku lagi. Dengan tertawa dia berkata
padaku ‘’sekarang kamu boleh pergi dan jangan kembali.‘’. Aku melempar
tasku ke arahnya, tetapi meleset, dan mengenai tumpukan buku. Dan disitulah
aku tau, dia pecandu, setumpuk sabu-sabu dan ganja yang diselipkan di
antara buku-buku berserakan dilantai. Aku menangis dan aku langsung
pergi.
Di jalan pulang, aku hanya bisa menyesal, menyesal, dan
menyesal. Kenapa cinta pertamaku membuat aku menjadi wanita kotor?
Kenapa aku bisa mencintai orang seperti itu. Aku teringat kutipan yang
pernah kubaca dulu, yang ku jadikan sebagai bekal, tetapi malah
terlupakan begitu saja karna cinta ? aku mulai berfikir, persetan dengan
cinta. Dan sekarang apa ? jika keluargaku tau , aku pasti akan dibuang,
dan aku akan kehilangan keluargaku, dan yang pasti agamaku, harga
diriku sebagai wanita akan hilang juga, ya Tuhan ...
Haruskan aku
melanjutkan hidupku yang seperti ini, ataukah aku simpan ini semua
hingga aku mati ? Aku berjalan menyusuri jalan raya sepi, yang hanya di
terangi oleh lampu-lampu jalan, terduduk, terpuruk di pinggiran trotoar,
meratapi semua yang telah terjadi beberapa jam yang lalu.
Aku
terkejut saat ada seorang wanita duduk disebelahku. Entah darimana
datangnya, matanya hitam karna maskara yang luntur, sembab, rambutnya
berantakan, memakai rok mini dan jaket kulit. ‘’aku tau apa yang sedang
terjadi padamu, sesuatu baru saja hilang dari hidupmu, sesuatu yang
harusnya kau jaga, tapi kau melepasnya .. Sadarilah, kau tak perlu
mengorbankan semuanya hanya untuk cinta, kau hanya butuh kepercayaan,
kesetiaan, dan kejujuran, jika dia tidak memiliki salah satunya, maka
tinggalkan saja.
Jangan kau melihat seorang laki-laki dari
depannya saja, tapi lihat juga dari belakangnya, jangan lihat dari
luarnya, tapi lihat juga dari dalamnya. Jangan jadi seperti aku, yang
hanya di pakai saat mereka bosan, dan dibuang saat mereka senang, dan
kemudian dipakai lagi. Yang bisa kau lakukan sekarang, tetap tersenyum,
berdoa kepada Tuhan, minta ampunan-Nya, hiduplah dengan lebih baik, dan
selalu belajar dari kesalahan. ‘’
Aku terdiam mendengarnya
berbicara, dan sembari melihatnya pergi, aku mulai mencoba menerima
diriku kembali, bertekad menjadi lebih baik, dan aku yakin aku pasti
bisa.
Hidup ini tidak selamanya seperti dongeng yang selalu
berakhir bahagia, bahkan dalam dongeng itu sekalipun, peran utamanya
harus jatuh bangun dulu bukan ? Hidup itu pilihan, hidup itu penuh dan
memang butuh pengorbanan, tapi tidak semuanya harus dikorbankan,
tergantung kepada pilihan kita masing-masing. Jangan korbankan
kehormatanmu untuk cintamu jika belum saatnya. Pacaran yang wajar-wajar
saja.
Ingatlah teman ‘’bahkan pelacur sekalipun bosan dengan apa
yang mereka lakukan, hanya mendengar apa yang orang katakan, tanpa
mereka tau mengapa dia melakukannya.‘’
-the end-
09.01
Admin

Posted in
0 komentar :
Posting Komentar